BERITA UNIK

Hukuman Aneh yang Pernah Diterima oleh Anak-Anak Sekolah

Pelangi99 Lounge – Hukuman Aneh yang Pernah Diterima oleh Anak-Anak Sekolah, Menjatuhkan hukuman kepada murid yang melanggar peraturan merupakan hal yang lazim di gunakan oleh pihak sekolah supaya para murid tidak berani bertindak nakal. Selain hukuman standar macam skorsing, ada pula hukuman-hukuman yang sifatnya tidak umum namun tetap di gunakan karena di anggap lebih efektif dalam memberikan efek jera. Berikut ini adalah hukuman-hukuman tidak lazim yang pernah di terima oleh anak sekolah. Pelangi99 Online

Duduk Sambil Bergandengan Tangan

hukuman Bergandengan Tangan

Berkelahi merupakan hal yang di larang di lingkungan sekolah. Jika ada murid yang ketahuan melakukannya, maka murid tersebut bisa menghadapi ancaman skorsing atau bahkan di keluarkan. Sebelum hukuman di jatuhkan, murid-murid yang terlibat perkelahian biasanya juga di haruskan saling berjabat tangan atau memohon maaf satu sama lain.

Sekolah Menengah Westwood di negara bagian Arizona, AS, memiliki caranya sendiri untuk menghukum murid-murid yang ketahuan berkelahi. Semuanya bermula ketika 2 orang murid yang berkelahi di paksa masuk ke ruangan kepala sekolah. Di sana, kedua murid tersebut di hadapkan pada 2 pilihan : menerima skorsing, atau bergandengan tangan di aula sekolah selama 15 menit.

Kedua murid tadi memilih opsi yang kedua karena mereka mengira hukuman tersebut tidaklah seberapa jika di bandingkan dengan hukuman skorsing. Namun keduanya kemudian menyadari kalau hukuman tersebut ternyata tidaklah seringan dengan apa yang mereka bayangkan.

Selama duduk sambil bergandengan tangan di aula sekolah, keduanya langsung di kerumuni oleh murid-murid sekolah yang lain. Mereka beramai-ramai menertawakan kedua murid tersebut sambil melontarkan aneka ejekan. Sejumlah murid bahkan memotret dan merekam kedua murid tersebut sehingga momen hukuman keduanya langsung viral di internet.

Setelah masa hukuman berakhir, mimpi buruk bagi kedua murid tersebut tidak juga reda. Pasalnya saat jam makan siang tiba, murid-murid lain masih menjadikan keduanya sebagai bahan tertawaan. Merasa jera atas pengalaman memalukan yang mereka alami ini, keduanya pun mengaku sudah belajar dan berjanji tidak akan mau lagi berkelahi di sekolah.

Berdiri di Tempat Umum Sambil Memegang Tulisan

Berdiri di Tempat Umum Sambil Memegang Tulisan

Setiap orang tua tentunya berharap anaknya bisa mendapatkan nilai yang memuaskan di sekolah. Jika anak kemudian malah memperoleh nilai buruk, masing-masing orang tua memiliki caranya supaya sang anak tidak lagi memperoleh nilai buruk di lain kesempatan. Ada yang sekedar menasihat anak supaya lebih rajin belajar. Ada pula yang memarahi sang anak dan menjatuhkan hukuman padanya.

Di Florida, AS, orang tua yang tinggal di sana memiliki caranya sendiri untuk menghukum anak mereka ketika sang anak mendapatkan nilai jelek untuk mata pelajaran matematika, kewarganegaraan, dan seni. Sang anak yang diketahui bernama Michael Bell Jr. diminta berdiri di tepi jalan raya selama beberapa jam.

Hukuman Aneh yang Pernah Diterima oleh Anak-Anak Sekolah, Sambil berdiri, Bell juga memegang papan berisi tulisan “Hei, aku ingin menjadi badut kelas. Apa itu salah?”. Kemudian di sisi papan yang sebaliknya, terdapat tulisan “Saya adalah siswa kelas 7 dan mendapat 3 nilai F. Bunyikan klaksonmu jika ada yang merasa salah dengan itu”. Sejumlah kendaraan yang melintas lantas secara sepontan membunyikan klaksonnya sebagai bentuk dukungan atas hukuman yang diterima oleh Bell.

Makan dari Lantai

hukuman Makan dari Lantai

Tahun 2009, sejumlah siswa Sekolah Dasar Charles Summer di New Jersey, AS, di paksa memakan makan siangnya dari lantai. Hukuman tersebut di jatuhkan karena sang murid menumpahkan air saat pendingin udara tengah di isi ulang. Pihak sekolah kemudian mengancam murid-murid tersebut kalau hukuman mereka akan di perberat seandainya mereka berani menceritakan hukuman mereka kepada siapapun.

Peringatan tersebut nyatanya tetap tidak berhasil mencegah tersebarnya informasi mengenai hukuman kontroversial yang mereka lakukan. Pihak orang tua yang tidak terima pun kemudian mengajukan gugatan hukum kepada pihak sekolah.

Pihak sekolah awalnya mencoba membela diri dengan menyatakan kalau murid-murid tersebut makan di lantai bukan karena di hukum, namun karena sudah tidak ada tempat duduk yang tersedia. Pembelaan tersebut di tolak karena jika memang itu alasannya, maka murid-murid yang makan di lantai harusnya masih di perbolehkan makan dengan memakai nampan.

Hukuman Aneh yang Pernah Diterima oleh Anak-Anak Sekolah, Masalah gugatan hukum ini berkembang menjadi semakin kontroversial setelah di temukan fakta kalau para guru yang menjatuhkan hukuman semuanya adalah orang-orang kulit putih dan kulit hitam, sementara para murid yang di hukum semuanya merupakan keturunan Amerika Latin. Masalah ini baru berakhir setelah pihak sekolah membayar ganti rugi sebesar 560 ribu dollar kepada 7 orang murid yang menjadi korban hukuman.

Wajah Di coret-Coret Memakai Tinta Permanen

Wajah Dicoret-Coret Memakai Tinta Permanen

Membaca merupakan keterampilan yang wajib di miliki oleh anak-anak sekolah dasar. Pasalnya jika seorang murid sampai tidak bisa membaca, maka akan sangat sulit baginya untuk bisa menerima informasi tertulis maupun mencatatnya.

Summer Larsen, guru sekolah dasar dari Idaho, AS, memiliki caranya sendiri untuk menghukum anak-anak yang tidak bisa membaca cepat. Ia memberikan 2 pilihan kepada anak-anak tersebut. Pilihan pertama adalah tetap berada di dalam ruangan saat jam istirahat tiba. Pilihan kedua adalah membiarkan wajahnya di coret-coret dengan memakai spidol warna-warni permanen.

Sebanyak 6 orang murid yang tidak bisa membaca cepat memilih opsi hukuman yang kedua. Maka, mereka pun harus pasrah dan membiarkan wajah mereka di coret-coret. Saat mereka pulang ke rumah, orang tua mereka jelas terheran-heran melihat wajah anaknya penuh dengan coretan layaknya kertas gambar.

Hukuman Aneh yang Pernah Diterima oleh Anak-Anak Sekolah, Merasa tidak terima dengan hukuman yang di terima oleh anaknya, para orang tua dari anak yang di hukum pun kemudian mengajukan tuntutan kepada pihak sekolah. Pasalnya selain di anggap lebih condong ke mempermalukan alih-alih mendidik, hukuman ini di anggap tidak adil bagi para murid yang kemampuan membacanya tidak semahir teman-teman sebayanya.

Di kurung di Ruangan Gelap

Dikurung di Ruangan Gelap

Masing-masing daerah punya cerita angkernya sendiri mengenai sosok gaib penunggu toilet. Di Jepang, ada kisah semisal hantu hanako yang konon gemar menampakkan diri di toilet khusus perempuan. Di Indonesia, ada kisah mengenai Mr. Gepeng, hantu yang badannya gepeng dan konon bakal menampakkan diri di kamar mandi.

Bagi kita yang sudah dewasa mungkin bakal menganggap kisah-kisah tersebut sebagai isapan jempol semata. Namun bagi mereka yang masih anak-anak, kisah macam itu bisa membuat mereka benar-benar ketakutan untuk hanya sekedar pergi ke kamar mandi.

Chaney tidak sendirian menjalani hukuman tersebut karena selain dirinya, ada 3 anak lain yang juga menerima hukuman serupa. Namun Chaney-lah yang paling ketakutan karena ia sampai muntah-muntah saat menjalani hukuman. Akibat tindakannya ini, sang guru pun menerima kecaman dan protes.

Hukuman serupa juga pernah menimpa Tanner Cagle, seorang murid sekolah dasar di Washington. Ia menghukum Cagle dengan cara mengurungnya di sebuah ruangan gelap. Gilanya, sesudah itu sang guru malah lupa dan pulang ke rumah. Meninggalkan Cagle sendirian dalam kondisi penuh ketakutan hingga pipis di celana.

Hukuman Aneh yang Pernah Di terima oleh Anak-Anak Sekolah, Cagle baru bebas setelah orang tuanya mendatangi sekolah karena anaknya tidak kunjung pulang. Merasa geram atas tindakan Cagle tersebut, orang tua Cagle pun meminta supaya sang guru di jatuhi hukuman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *