BERITA KESEHATAN BERITA UNIK BERITA VIRAL

5 Tips Jaga Hubungan dengan Keluarga Besar, Jangan Rebutan Warisan!

5 Tips Jaga Hubungan dengan Keluarga Besar, Jangan Rebutan Warisan!

PELANGI99 LOUNGE  – Tips Jaga Hubungan dengan Keluarga Besar. Keluarga besar berarti adanya beberapa kepala keluarga. Tak cuma terdiri dari sepasang suami istri dan anak melainkan juga paman, bibi, sepupu, keponakan, dan sebagainya. Banyaknya anggota keluarga besar memberikan keuntungan sekaligus potensi bahaya. Tips Jaga Hubungan dengan Keluarga Besar

Apabila seluruh anggota keluarga akur, setiap pertemuan menjadi menyenangkan. Akan tetapi jika terjadi konflik juga pasti lebih hebat ketimbang pertikaian di keluarga inti. Ada caranya supaya hubunganmu dengan keluarga besar relatif harmonis. Yuk, baca sampai habis.

1. Lebih sabar bila berkaitan dengan masalah warisan turun-temurun

Warisan yang kerap menjadi masalah dalam keluarga besar adalah warisan turun-temurun. Yaitu, warisan dari kakek dan nenekmu yang dibagi untuk orangtuamu dan saudara-saudaranya. Sedang warisan yang murni hasil kerja orangtua dan jatuh ke tanganmu serta adik dan kakak aman dari campur tangan keluarga besar.

Untuk warisan turun-temurun tersebut, biasanya ada paman atau bibimu yang merasa tidak memperoleh keadilan. Misalnya, jatah warisan orangtuamu dianggap lebih besar daripada jatah warisan mereka. Bahkan sampai orangtuamu maupun paman dan bibimu meninggal, problem ini dapat masih berlanjut.

Kali ini gantian kamu berhadapan dengan saudara-saudara sepupu. Sering kali ini merupakan masalah pelik yang membuat hubungan keluarga merenggang. Kamu harus mampu lebih sabar untuk menjaga hubungan tak terputus sekalian.

2. Ada baiknya tinggal berjauhan

Maaih satu kota dengan keluarga besar tidak apa-apa. Namun hindari satu kompleks. Tujuannya supaya baik kamu maupun saudaramu gak saling mengintip kehidupan pribadi masing-masing.

Apabila rumah kalian terlalu dekat, saat ada masalah di antara kalian bisa-bisa tetangga juga mengetahuinya dan kamu jadi malu. Keleluasaanmu dalam beraktivitas pun berkurang sebab saudara seperti memata-matai kegiatanmu sehari-hari.

3. Hindari bersaing soal kehidupan pribadi

Berbagai upaya untuk membuat diri sendiri tampak unggul kerap dijumpai dalam keluarga besar. Ketika bertemu, saudaramu mungkin membanggakan karier serta keluarganya. Agar tak berlanjut menjadi kompetisi, sebaiknya kamu tak ganti mengunggulkan diri.

Bila kamu bosan mendengarkan atau bingung mau berkomentar apa, coba alihkan ke topik-topik yang netral untuk semua orang. Kamu tidak perlu banyak menceritakan kehidupan pribadimu pada keluarga besar. Cukup pada keluarga inti saja. 

4. Gak usah ikut campur dalam persoalan masing-masing

Apa pun persoalan yang tengah membelit keluarga besar, hindari tahu-tahu mencampurinya atas nama kepedulian. Contohnya, ketika salah satu sepupumu bercerai. Apabila dia dan orangtuanya gak membicarakannya secara langsung padamu, lebih baik kamu diam.

Sekalipun kamu telah mendengar berita perceraian itu dari saudara-saudara yang lain, tetaplah menghargai privasi mereka. Sementara itu, untuk menghindari mereka mencampuri kehidupan pribadimu, kamu perlu mengurangi curhat atau mengeluhkan sesuatu.

5. Jalin silaturahmi di mana pun kamu berada

Berkunjung ke rumah saudara-saudara perlu diagendakan. Atau, kalian dapat membuat acara kumpul keluarga besar barang sekali setahun. Di luar itu, jangan ragu untuk sesekali menghubungi saudara melalui telepon atau chat.

Dengan adanya komunikasi yang baik, silaturahmi pasti terjaga. Berbagai potensi kesalah pahaman pun dapat dikurangi. Orang-orang yang kerap berjumpa dan mengobrol bakal jauh lebih saling menyayangi ketimbang yang nyaris gak ada kontak.

Merawat hubungan dengan keluarga besar memang gak selalu mudah. Terkadang konfliknya bahkan tajam sekali, apalagi bila berkaitan dengan harta atau warisan. Semoga lima tips di atas membantumu melalui pasang surut dalam hubunganmu dengan keluarga besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *